Selasa, 28 Maret 2017

Review Jurnal 01 ( Akuntansi Internasional )

NAMA              : TIARA ERLIYANTI
NPM                : 28213891
KELAS              : 4EB22

IDENTITAS JURNAL
                             

Judul 
STRUKTUR META TEORI AKUNTANSI KEUANGAN (SEBUAH TELAAH DAN PERBANDINGAN ANTARA FASB DAN IASC)
Penulis 
I Made Narsa

Jurnal   
Jurnal Akuntansi Keuangan

Volume  
2

Tahun  
2011

Nomor 
1

Halaman 
1-7

ABSTRAK                                                                                         

Penelitian ini bertujuan untuk membahas struktur meta teori yang dipergunakan oleh FASB dan IASC dalam mengembangkan rerangka konseptual, menelaah perbedaan-perbedaan mendasar, menganalisis hambatan-hambatan yang dialami serta mengidentifikasi upaya-upaya yang harus dilakukan agar IFRS diterapkan oleh negara-negara anggota.
PENDAHULUAN

Pada lingkup global, terdapat dua badan penyusun standar yang berkaitan dengan praktik akuntansi secara internasional. Badan-badan itu adalah The International Federation of Accountant (IFAC), dan The International Accounting Standards Committee (IASC). IASC lebih berkonsentrasi untuk membuat International Accounting Standards (IASs). Sedangkan IFAC lebih memfokuskan pada upaya pengembangan International Standard Audits (ISAs), kode etik, kurikulum pendidikan, standar akuntansi sektor swasta, dan kaidah-kaidah bagi akuntan dalam berbisnis atau mereka yang terlibat dalam teknologi. Sangat diharapkan ada sebuah standar yang dapat diterima oleh semua Negara di dunia. Dengan adanya standar yang diterima secara internasional, diharapkan laporan keuangan memiliki daya keterbandingan yang lebih tinggi antar negara.

PEMBAHASAN

Kerangka Konseptual FASB
Model kerangka konseptual FASB ini mencakup empat komponen dasar, yaitu :
a.        Tujuan pelaporan keuangan yang dituangkan pada SFAC no 1 dan SFAC no 4
b.        Kriteria kualitas informasi yang dituangkan pada SFAC no 2
c.        Elemen-elemen laporan keuangan yang dituangkan pada SFCA no 6 (pengganti SFAC no 3)
d.        Pengukuran dan Pengakuan yang dituangkan pada SFAC no. 5

Kerangka Konseptual IASC
Kerangka dasar konseptual IASC memuat lima unsur utama, yaitu
a.        Tujuan laporan keuangan yang dituangkan dalam paragraf 12-21
b.        Asumsi dasar dituangkan pada paragraf 22-23, dan konsep modal dan pemeliharaan modal yang dituangkan pada paragraf 102-110
c.        Karakteristik kualitatif yang menentukan manfaat informasi dalam laporan keuangan yang dituangkan pada paragraf 24-46
d.        Elemen-elemen laporan keuangan yang dituangkan pada paragraf 47-81
e.        Definisi, pengakuan dituangkan pada paragraf 82-98, dan pengukuran unsur-unsur yang membentuk laporan keuangan dituangkan pada paragraf 99-101.

Kerangka dasar ini dimaksudkan sebagai acuan bagi komite penyusun standar akuntansi keuangan dalam pengembangan standar akuntansi keuangan dimasa depan dan dalam peninjaun kembali terhadap standar akuntansi keuangan yang berlaku.

Hambatan dan upaya dalam penerapan IFRS
Pembuatan standar akuntansi di IASC tidaklah melibatkan seluruh anggota yang jumlahnya sangat banyak, melainkan oleh beberapa negara yang disebut dengan nama G4+1 yang terdiri dari perwakilan badan-badan standar nasional dari Negara Australia, Kanada, Selandia Baru, Inggris dan Amerika Serikat. Alasan dibentuknya G4+1 ini adalah anggota IASC terlalu banyak, terdiri dari anggota tetap dan tidak tetap, serta sangat beragam.

          Meskipun sebagian besar anggota IASC telah menyetujui IFRS, tetapi tidak semua anggota IASC menerapkan dinegaranya masing-masing. Berbeda dengan anggota yang tergabung dalam G4+1. Mereka berkumpul secara intensif dan bekerja penuh waktu. Dalam setiap proyek pengembangan yang dikerjakan, mereka mengembangkannya kedalam lingkup Negara mereka masing-masing. Oleh karena anggota G4+1 ini adalah negara-negara maju yang memiliki pasar keuangan yang canggih, maka kompromi-kompromi sangat sedikit terjadi.

          Negara-negara maju akan mendominasi pengembangan pasar keuangan. Kebutuhan informasi para investor tampaknya lebih terkait dengan Amerika Serikat, Eropa Daratan, Inggris, dan Australia. Jika standar akuntansi internasional dimaksudkan berlaku untuk semua anggota IASC, yang memiliki banyak perbedaan, maka hal ini merupakan hambatan yang barangkali sulit dipecahkan.
          Karakteristik dan tingkatan yang berbeda antar negara merupakan hambatan mendasar yang dihadapi dalam proses harmonisasi standar akuntansi keuangan. Hambatan lain yang muncul adalah adanya perbedaan kebutuhan dan keinginan antara Negara maju dengan yang belum maju dan antara Negara yang tingkat pertumbuhan ekonominya sangat tinggi dan Negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi lebih rendah bahkan sangat rendah.

          Upaya yang bisa ditempuh adalah pertama, mengajukan pengakuan melalui International Organization of Securities Commissions, supaya perusahaan (Negara) yang akan melakukan crossborder listing menggunakan IFRS dalam pelaporan keuangan mereka. Tindakan ini selanjutnya diikuti dengan pengakuan oleh komisi-komisi efek atau peraturan yang ada. Jika hal ini terjadi, maka akan mendorong perusahaan-perusahaan multinasional untuk listing di bursa efek mancanegara.
Kedua, IASC harus membentuk badan penyusun standar yang terpisah dari badan-badan akuntansi. Untuk itu, IASC harus melakukan restrukturisasi. Saat ini IASC didominasi oleh badan-badan profesi akuntansi sebanag penyusun standar. Restrukturisasi ini diharapkan dapat mendorong kemandirian baik dari segi dana maupun operasional.

KESIMPULAN

Penerapan IFRS ternyata mengalami hambatan yang sangat serius, karena banyak sekali terdapat perbedaan antar negara-negara anggota, baik dalam bidang social, budaya, hukum, ekonomi, politik, pendidikan, sistem pemerintahan, sistem pajak, dan lain sebagainya.
          Karakteristik dan tingkatan yang berbeda antar negara merupakan hambatan mendasar yang dihadapi dalam proses harmonisasi standar akuntansi keuangan. Hambatan lain yang muncul adalah adanya perbedaan kebutuhan dan keinginan antara Negara maju dengan yang belum maju dan antara Negara yang tingkat pertumbuhan ekonominya sangat tinggi dan Negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi lebih rendah bahkan sangat rendah. Yang harus dilakukan oleh IASC sebagai badan penyusun standar akuntansi interasional adalah membuat para anggota merasa butuh menerapkan IFRS

PENDAPAT TENTANG JURNAL

Dari keseluruhan isi jurnal, sudah cukup lengkap. Namun yang cukup kurang dijelaskan adalah apakah penerapan IFRS ini sudah cukup berhasil atau belum dalam penerapannya di Negara – Negara IFAC ataupun ISAC.


Kamis, 19 Januari 2017

Kode Etik IAI

KODE ETIK IAI
Pelanggaran Kode Etik Akuntansi pada Kasus
PT. Great River Internasional Tbk



Nama Kelompok :
Adelia Sundoro                 (20213163 )
Della Audia                         (22213143)
Regina Tya Caterine        (27213366 )
Sera Mutia                          ( 28213404)
Tiara Erliyanti                     ( 28213891)


UNIVERSITAS GUNADARMA
2016



Kode Etik Ikatan Akuntansi Indonesia
Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dimaksudkan sebagai panduan dan aturan bagi seluruh anggota, baik yang berpraktik sebagai akuntan publik, bekerja di lingkungan dunia usaha, pada instansi pemerintah, maupun di lingkungan dunia pendidikan dalam pemenuhan tanggung-jawab profesionalnya.
Dalam kongresnya tahun 1973, IAI untuk pertama kalinya menetapkan Kode Etik bagi profesi Akuntan di Indonesia.Pembahasan mengenai kode etik IAI ditetapkan dalam Kongres VIII tahun 1998.Dalam kode etik yang berlaku sejak tahun 1998, IAI menetapkan delapan prinsip etika yang berlaku bagi seluruh anggota IAI dan seluruh kompartemennya.Setiap kompartemen menjabarkan 8 (delapan) Prinsip Etika ke dalam Aturan Etika yang berlaku secara khusus bagi anggota IAI.Setiap anggota IAI, khususnya untuk Kompartemen Akuntansi Sektor Publik harus mematuhi delapan Prinsip Etika dalam Kode Etika IAI beserta Aturan Etikanya.
Kode Etik Ikatan Akuntansi Indonesia dibagi menjadi empat bagian yaitu Prinsip etika, Aturan etika, Interpretasi aturan etika dan tanya jawab.

A.      Prinsip Etika
Prinsip Etika Profesi dalam Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia menyatakan pengakuan profesi akan tanggungjawabnya kepada publik, pemakai jasa akuntan, dan rekan. Prinsip ini memandu anggota dalam memenuhi tanggung-jawab profesionalnya dan merupakan landasan dasar perilaku etika dan perilaku profesionalnya.Prinsip ini meminta komitmen untuk berperilaku terhormat, bahkan dengan pengorbanan keuntungan pribadi.
Prinsip Akuntansi terdiri dari beberapa yaitu :
1.       Tanggung Jawab
Dalam melaksanakan tanggung- jawabnya sebagai profesional setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.
Sebagai profesional, anggota mempunyai peran penting dalam masyarakat.Sejalan dengan peranan tersebut, anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka.Anggota juga harus selalu bertanggung jawab untuk bekerja sarna dengan sesama anggota untuk mengembangkan profesi akuntansi, memelihara kepercayaan masyarakat, dan menjalankan tanggung-jawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri.Usaha kolektif semua anggota diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan tradisi profesi.

2.       Kepentingan Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.
Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung-jawab kepada publik. Profesi akuntan memegang peranan yang penting di masyarakat, di mana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien, pemberi kredit, pemerintah, pemberi kerja, pegawai, investor, dunia bisnis dan  pihak lainnya.
Dalam mememuhi tanggung-jawab profesionalnya, anggota mungkin menghadapi tekanan yang saling berbenturan dengan pihak-pihak yang berkepentingan.Dalam mengatasi benturan ini, anggota harus bertindak dengan penuh integritar, dengan suatu keyakinan bahwa apabila anggota memenuhi kewajibannya kepada publik, maka kepentingan penerima jasa terlayani dengan sebaik-baiknya.

3.       Integritas
Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan profesional.Integritas merupakan kualitas yang melandasi kepercayaan publik dan merupakan patokan (benchmark) bagi anggota dalam menguji semua keputusan yang diambilnya.Pelayanan dan kepercayaan public tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan pribadi.
Integritas mengharuskan seorang anggota untuk, antara lain, bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa.Etika Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak dapat menerima.

4.       Obyektivitas
Obyektivitas adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau berada di bawah pengaruh pihak lain.

5.       Kompetensi dan kehati-hatian professional
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan kehati- hatian, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh matifaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi dan teknik yang paling mutakhir.
Kehati-hatian profesional mengharuskan anggota untuk memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan kompetensi dan ketekunan.Hal ini mengandung Aturan arti bahwa anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan jasa profesional dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuannya, derni kepentingan pengguna jasa dan konsisten dengan tanggung-jawab profesi kepada publik.
Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman. Kompetensi yang akan meyakinkan bahwa kualitas jasa yang diberikan memenuhi tingkatan profesionalisme tinggi seperti disyaratkan oleh Prinsip Etika.
Kompetensi profesional dapat dibagi menjadi 2 fase yang terpisah yaitu :
a.       Pencapaian Kompetensi Profesional
Pencapaian ini pada awalnya memerlukan standar pendidikan umum yang tinggi, diikuti oleh pendidikan khusus, pelatihan dan ujian profesional dalam subjek- subjek yang relevan. Hal ini menjadi pola pengembangan yang normal untuk anggota
b.      Pemeliharaan Kompetensi Profesional
Kompetensi harus dipelihara dan dijaga melalui komitmen, pemeliharaan kompetensi profesional memerlukan kesadaran untuk terus mengikuti perkembangan profesi akuntansi, serta anggotanya harus menerapkan suatu program yang dirancang untuk memastikan terdapatnya kendali mutu atas pelaksanaan jasa profesional yang konsisten.

6.       Kerahasiaan
Setiap anggota harus, menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.

7.       Perilaku professional
Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi sebagai perwujudan tanggung- jawabnya kepada penerima jasa, pihak ketiga, anggota yang lain, staf, pemberi kerja dan masyarakat umum.

8.       Standar  Teknis
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar proesional yang relevan. Standar teknis dan standar profesional yang harus ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh lkatan Akuntan Indonesia, International Federation of Accountants, badan pengatur, dan peraturan perundang-undangan yang relevan. (Sumber : Arijanto, Agus. 2011. Etika bisnis bagi pelaku bisnis.Jakarta: Rajawali)


B.      Aturan Etika
Aturan Etika ini harus diterapkan oleh anggota Ikatan Akuntan Indonesia – Kompartemen Akuntan Publik (IAI-KAP) dan staf profesional (baik yang anggota IAI-KAP maupun yang bukan anggota IAI-KAP) yang bekerja pada satu Kantor Akuntan Publik (KAP). Dalam hal staf profesional yang bekerja pada satu KAP yang bukan anggota IAI-KAP melanggar Aturan Etika ini,
Aturan etika IAI-KAP  memuat lima hal:
1.       Standar umum dan prinsip akuntansi
Ø  Standar Umum 
a.       Kompetensi Profesional
b.      Kecermatan dan keseksamaan professional
c.       Perencanaan dan supervise
d.      Data relevan yang memadai.
Ø  Kepatuhan terhadap Standar
Anggota KAP yang melaksanakan penugasan jasa auditing, atestasi, review, kompilasi, konsultasi manajemen, perpajakan, atau jasa professional lainnya wajib mematuhi standar yang dikeluarkan oleh badan pengatur standar yang ditetapkan oleh IAI.
Ø  Prinsip- prinsip Akuntansi
Anggota KAP tidak diperkenankan :
a.       Menyatakan pendapat atau memberikan penegasan bahwa laporan keuangan atau dan keuangan lain suatu entitas disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum atau 
b.      Menyatakan bahwa ia tidak menemukan perlunya modifikasi material yang harus dilakukan terhadap laporan atau data tersebut agar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.

2.       Tanggung Jawab dan Praktik Lain
Perbuatan dan Perkataan yang mendiskreditkan anggota tidak diperkenankan melakukan tindakan dan/ atau mengucapkan perkataan yang mencemarkan profesi.
Iklan, Promosi, dan Kegiatan Pemasaran LainnyaAnggota dalam menjalankan praktik akuntan publik diperkenankan mencari klien melalui pemasangan iklan, melakukan promosi pemasaran dan kegiatan pemasaran lainnya sepanjang tidak merendahkan citra profesi.

3.       Tanggung Jawab Kepada Klien
Anggota KAP tidak diperkenankan mengungkapkan informasi klien yang rahasia tanpa persetujuan dari klien. 

4.       Independensi, integritas, dan Objektivitas
Dalam menjalankan tugasnya, anggota KAP harus selalu mempertahankan sikap mental independen di dalam memberikan jasa professional sebagaimana diatur dalam standar professional akuntan public yang ditetapkan oleh IAI.
Integritas merupakan kualitas yang mendasari kepercayaan publik dan merupakan patokan (benchmark) bagi anggota dalam menguji semua keputusan yang diambilnya, Prinsip objektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur, secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau berada di bawah pengaruh pihak lain.

5.       Tanggung Jawab Kepada Rekan Seprofesi
Anggota wajib memelihara citra profesi, dengan tidak melakukan perkataan dan perbuatan yang dapat merusak reputasi rekan seprofesi.

C.      Interpretasi Aturan Etika
Interpretasi aturan etika merupakan penafsiran, penjelasan, atau elaborasi lebih lanjut atas hal-hal, isu-isu, dan pasal-pasal yang diatur dalam aturan etika, yang dianggap memerlukan penjelasan agar tidak terjadi perbedaan pemahaman atas auran etika yang dimaksud. Interpretasi aturan etika ini dikeluarkan oleh suatu badan yang dibentuk oleh pengurus kompartemen atau institut profesi sejenis yang bersangkutan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota serta pihak-pihak yang berkepentingan lainnya sebagai panduan dalam penerapan aturan etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya.

D.      Tanya dan Jawab
Pada tingkatan terakhir, dimungkinkan adanya tanya-jawab yang berkaitan dengan isu-isu etika.Tanya-jawab ini dapat dilakukan dengan Dewan Standar Profesi yang dibentuk oleh pengurus kompartemen atau institut yang bersangkutan guna memberikan penjelasan atas setiap pertanyaan dari anggota kompartemen tentang aturan etika beserta interpretasinya.
( Sumber : Agoes, Sukrisno. 2012.”Auditing : Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan oleh Akuntan Publik”. Salemba Empat, Jakarta. )


Kasus Pelanggaran Kode Etik Akuntansi  dalam PT. Great River Internasional Tbk
PT Great River International merupakan perusahaan pakaian jadi berkualitas tinggi dan terkemuka di Indonesia. Kasus pelangaran kode etik  ini bermula pada tahun 2002, PT. Great River International mulai mengalami kesulitan keuangan dengan mengajukan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) ke Pengadilan Niaga.Lalu pada sekitar bulan Juli hingga September 2004. PT Bank Mandiri telah membeli obligasi PT Great River International, Tbk sebesar Rp50 miliar dan memberi fasilitas Kredit Investasi; Kredit Modal Kerja; dan Non Cash Loan kepada PT. Great River Internasional senilai lebih dari Rp265 milyar yang diduga mengandung unsur melawan hukum karena obligasi tersebut default dan kreditnya macet. Obligasi tersebut saat ini berstatus default atau gagal, sedangkan kreditnya macet. Pembelian obligasi dan pemberian kredit itu diduga kuat melawan hokum.
Menurut Bapepam-LK terdapat indikasi penipuan dalam penyajian laporan keuangan.Pasalnya, mereka menemukan kelebihan pencatatan atau overstatement penyajian account penjualan dan piutang dalam laporan tersebut. Kelebihan itu berupa penambahan aktiva tetap dan penggunaan dana hasil emisi obligasi yang tidak ada  pembuktiannya. Sehingga perusahaan tidak dapat membayar utang kepada bank mandiri dan tidak dapat membayar obligasi kepada para investor.
Kasus ini melibatkan akuntan publik Justinus Aditya Sidharta.Pada Agustus 2006, Bapepam menyidik akuntan publik yang mengaudit laporan  keuangan Great River tahun buku 2003. Kantor akuntan publik Johan Malonda & Rekan membantah  telah melakukan konspirasi dalam mengaudit laporan keuangan tahunan  Great River. Deputy Managing Director Johan Malonda, Justinus A. Sidharta, menyatakan, selama mengaudit buku Great River, pihaknya tidak  menemukan adanya penggelembungan account penjualan atau penyimpangan  dana obligasi. Namun dia mengakui metode pencatatan akuntansi yang  diterapkan Great River berbeda dengan ketentuan yang ada.
Menurut Justinus, Great  River banyak menerima order pembuatan pakaian dari luar negeri dengan  bahan baku dari pihak pemesan. Jadi Great River hanya mengeluarkan  ongkos operasi pembuatan pakaianTapi saat pesanan dikirimkan ke luar  negeri, nilai ekspornya dicantumkan dengan menjumlahkan harga bahan  baku, aksesori, ongkos kerja, dan laba perusahaan. Justinus menyatakan model  pencatatan seperti itu bertujuan menghindari dugaan dumping dan sanksi  perpajakan. Dia menduga hal itulah yang menjadi pemicu dugaan  adanya penggelembungan nilai penjualan. Sehingga diinterpretasikan sebagai menyembunyikan informasi secara sengaja.
Dalam perkembangan kasus selanjutnya, Justinus terbukti melakukan pelanggaran terhadap Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP) yang berkaitan dengan laporan audit atas laporan keuangan konsolidasi PT Great River International Tbk (Great River) tahun buku 2003. Oleh karena itu ikatan akuntan Indonesia melalui Surat Keputusan Badan Peradilan Profesi (BPPAP) Nomor 002/VI/SK-BPPAP/VI/2006 membekukan Justinus dari keanggotaan Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Publik. Berdasarkan surat keputusan tersebut pada tanggal 28 november 2006 Menteri Keuangan membekukan izin akuntan publik Justinus Aditya Sidharta selama dua tahun. Selama izinnya dibekukan, Justinus dilarang memberikan jasa atestasi (pernyataan pendapat atau pertimbangan akuntan publik) termasuk audit umum, review, audit kerja dan audit khusus. Dia juga dilarang menjadi pemimpin rekan atau pimpinan cabang kantor akuntan publik. Namun yang bersangkutan tetap bertanggung jawab atas jasa-jasa yang telah diberikan serta wajib memenuhi ketentuan untuk mengikuti pendidikan professional berkelanjutan.( Sumber : Jurnal Riset Akuntansi – Volume VII / No.1 / April 2015 )

Analisis Kasus dalam pelanggaran prinsip etika akuntansi :
v  Prinsip Kode etik yang di langgar :
Ø  Prinsip Tanggung Jawab Profesi 
Pelanggaran  terhadap Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) berkaitan dengan laporan audit atas laporan keuangan konsolidasi PT Great River International Tbk tahun 2003.
Ø  Prinsip Kepentingan Publik 
Justinus A Sidharta telah melakukan kebohongan publik yang tidak menyampaikan atau melaporkan kondisi keuangan secara jujur. Dibuktikan telah ditemukannya indikasi konspirasi penyajian laporan keuangan PT Great River International.
Ø  Prinsip Integritas 
Selama mengaudit buku Great River pihak Deputy Managing Director Johan Malonda, Junstinus A. Sidharta mengakui metode pencatatan akuntansi yang diterapkan Great River berbeda dengan ketentuan yang ada.
Ø  Prinsip objektivitas 
Adanya dugaan overstatement penjualan dikarenakan menggunakan metode pencatatan akuntansi yang berbeda.

v  Prinsip Kode etik yang tidak dilanggar :
Ø  Kompetensi dan Kehati – hatian
Kompetensi mengandung aturan arti bahwa anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan jasa profesional dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuannya, Auditor Justinus telah melakukan audit sesuai dengan kemampuannnya.
Ø  Kerahasiaan
Walaupun Auditor melakukan kesalahan dalam mengaudit, namun auditor tetap menjaga kerahasiaan klien.
Ø  Perilaku Profesional
Auditor tetap berperilaku Profesional setelah melakukan kesalahan dalam perhitungan, yaitu dengan bertanggung jawab menghadapi hukuman yang diberikan.
Ø  Standar Teknis
Auditor mengikuti srandar teknis yang berlaku namun menggunakan metode yang berbeda.


DAFTAR PUSTAKA

Arijanto, Agus. 2011. Etika Bisnis Bagi Pelaku Bisnis. Jakarta: Rajawali.
Jurnal Riset Akuntansi, Vol. 7, No. 1, April 2015.
Agoes, Sukrisno. 2012. Auditing : Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan oleh Akuntan Publik. Jakarta: Salemba Empat.

Kamis, 09 Juni 2016

Simple Tricks to Lengthen The Life of Your Datasaver

Simple Tricks to Lengthen The Life of Your Datasaver

      A flashdisk is a must have item for nearly everyday nowadays. This practical item is used to store and transfer data from one computer to another. Extend the longevity of your flash disk ny doing the following.
1.       Follow the correct procedure before unplugging your flashdisk
Before you pull of your flashdisk, complete the ejecting process. Another way is to click the safely remove hardware option on your toolbar.

2.       Routinely scan with an antivirus program
With all the vicious viruses making their way around , the treath of getting your flashdisk and computer infected is looming. Get rid of pesky niruses by scanning your flashdisk throughly with an antivirus with an updated database before you use it.

3.       Keep away from water, high temperaturs, magnetic fields, and hard impact
A flashdisk is intricately made of a bunch of  little components. The previously mentioned treatments may cause damage to the components and damage the flashdisk. Beware!

4.       Always remember to back up your data
Electronics may not be reliable at times. It’s just good measure to keep another copy of your files someplace else, like a data CD or inside the computer. This way, you will not be frustrated if something happens to your flashdisk.

5.       Use the USB cap when not in use
Those flashdisk caps were made for a reason. Place the cap or cover when your flashdisk is not in use to protect it from dust and other things that might damage or plug up the USB.

6.       Avoid editing data directly from the flashdisk
A common flashdisk is capable of 10.000-100.000 read and write processes. It is better to copy the file from the flashdisk into your computer before you work on it. After you’ve edited and saved it to your liking, copy it back to the flashdisk.

About Making Decision

About Making Decision

                Everywhere you turn, there are decisions to be made. In fact, decision or choice making is part of everyday life. There are small decisions to make like what color of socks you will wear today, and there are big ones like which high school you should you should continoe to.
                Decisions are made because you are faced with needs: physical, emotional, social, economic, cultural, etc. The decision that you make and how you make it depends on your character, likes, and dislikes, values, beliefs, and knowledge.
Steps to good decision making :
1.       Identify your problem
2.       Identify the result you want from the decision
3.       Think of options. List the pros and of each option. What are the consequences of each option to you?
4.       Choose an option. Which feels best? Which does your gut instinct say to choose?
5.       Analyze the option. Why does it feel best? What is it about that decision that feels so good? If you can see obvious reasons why, go for it!

There might be times when you feel that you should have made a better choice. Try to make the best of the situation, don’t ever regret your decision. You can resolve to improve the way you make up your mind in the future. Good luck :) 

Sara Bareilles

Sara Bareilles


Sara Bareilles, a singer, songwriter, and planist, was born on December 7, 1989, in California, USA. She started singing when she joined her school choir at elementary school. Sara also liked to participate in her local community theater’s musical productions.
At college,Sara attended the Communication Studies program at the University of California., Los Angeles (UCLA), where she was a member of an a cappella group called AWAKEN A CAPPELLA. Her performance in public continued after she graduated from college in 2002. Singing in local bars and clubs was her choice at the time. It’s clear that Sara as actually born to be a singer and a performer.
Sara finally released her first studio album, Careful Confession, in January 2004. But Sara’s star started to shine when she finally released her major label debut, Little Voice, in June 2007. This album ranked first on the list of most downloaded albums. Her single on this album, “Love Song”, hit the top ten charts, not only in the U.S., but also in the U.K. “Love Song” got double platinum, while the album, Little Voicem, was certified Gold by the RIAA (Recording Industry Association of America).
After releasing another album, between the lines, and going on several tours in different parts of globe, in 2010 Sara is back with her new album: Kaleidoscope Heart. The album with 13 tracks talk about love. Reviewers say that Sara “conveys vulnerability and wisdom in lyrics that speak honestly about relationships from a woman’s point of view”.

Rabu, 08 Juni 2016

Our Legacy

Our Legacy

Batik is Indonesian’s national heritage. Other nations have cloths that look like Batik. However, on October 2, 2009, UNESCO declared that batik originates in Indonesia. UNESCO also proclaimed Indonesian batik a Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity. In brief, batik serves as our national indentify, and it is, indeed, our legacy.
Batik, our beautiful Indonesian traitional cloth, has been part of Indonesian life. Mothers use a batik sling when they carry their infant. Men and women wear batik clothes at receptions, ceremonies, and other formal and social events. They also use batik as casual wear at home and at places for recreation. When a person dies, people cover him or her with batik with funerary motifs. In addition, people use batik for home furnishing such as bed sheets and covers, upholstery, and tablecloths. Bags, shoes, hats, and other accessories also often use batik patterns. All in all, batik has a rich symbolism related ti Indonesian society, nature, history, and culture.

The Story of My Live

The Story of My Live

        Hello my name is Tiara Erliyanti. They called me Tiara/Rara/Ara. I was born in Bekasi, on July 27th 1995. I live in Bekasi and my address in Jatimulya. I have two brothers and one sister. I'm studying at Gunadarma University, faculty of economy, majoring Accounting. I think it’s enough for telling you about my identity, I will tell you analyze SWOT about my self on next paragraph.
         I'm applying “The analyze SWOT” to analyze and probe my psyche deeper. I have to use this personal SWOT as tool of self awareness and personal development. So here I go : Firstly, strength, I think I'm an enthusiastic, fun loving, and good sense of humor. I'm happy in my own life, I always enjoy what I do, the reason why I love and appreciate my self for all I have done, especially I was able to face the trials of any kind with a smile.
   Secondly, for the weakness, sometimes I'm moodyan. Sometimes, I'm not confident to perform in public. Sometimes, I'm not easy entrusting the job to others. Sometimes, I'm difficult to explain a story. 
       Thirdly, my opportunities are, first I choose Gunadarma University for make dreams my parent come true. Secondly, I take majoring Accounting because I want to work in Kementrian or Government. No matter what people said, which is important I'd like to try.
     Finally, the threats for me, I always not feel convenient with other people who sometimes helps her intentions, but even so self-defeating.

Template by:

Free Blog Templates